Marak Spanduk Dukungan Palsu? – Radar Karawang


PURWAKARTA, RAKA – Mendekati pelaksanaan Pilkada Purwakarta 15 Desember 2012, disinyalir marak spanduk dukungan palsu. Pasalnya, dalam spanduk tersebut ditulis masyarakat setempat mendukung bakal calon tertentu, namun dalam prakteknya ternyata tidak semua warga di lokasi tersebut memiliki dukungan yang sama. Bahkan banyak warga yang mengaku tak tahu keberadaan spanduk tersebut dan memiliki dukungan berbeda.
Spanduk serupa tidak hanya terpasang di wilayah kota Purwakarta, tapi menyebar hingga ke tiap desa di masing-masing kecamatan. Di kota, spanduk umumnya di pasang di beberapa pintu masuk gang atau di depan areal pemukiman warga. Sementara di beberapa kecamatan dan desa lain, spanduk dipasang membentang memotong jalan raya bertuliskan seruan serupa, yang intinya warga setempat mendukung bakal calon tertentu.
Kondisi ini disesalkan sejumlah warga yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan spanduk tersebut. Sebut saja, Ade (30), warga Sindang Kasih Purwakarta. Ia yang merasa tidak mendukung balon tertentu sebagaimana tertulis dalam spanduk yang dipasang di pintu masuk gang menuju rumahnya, ternyata telah diklaim lebih dulu suaranya dengan keberadaan spanduk tersebut.
“Saya tidak mengerti kenapa spanduk itu bisa terpasang di jalan gang menuju rumah saya. Padahal saya sendiri sudah memiliki ‘jagoan’ sendiri untuk didukung dan dipilih dalam Pilkada nanti,” katanya, menggerutu, Minggu (14/10).
Hal senada diungkapkan Jujun (32), warga Kecamatan Jatiluhur. Menurutnya, keberadaan spanduk ‘klaimer’ tersebut dinilainya sudah merupakan bentuk perampasan hak politik seseorang. Sejatinya, para politisi termasuk para elit parpol pengusung bakal calon memberi pencerdasan politik kepada masyarakat sejak dini, bukan malah sebaliknya, menjerumuskan. “Dengan maraknya spanduk seperti ini, masyarakat malah dibuat tidak sehat cara dan gaya berpolitiknya,” ketus dia.
Menyikapi hal ini Panwaslu Kabupaten Purwakarta mengaku belum bisa berbuat banyak. Mengingat, sampai saat ini belum ada penetapan calon dari KPUD. Alhasil gambar dan nama yang muncul dalam spanduk seluruhnya masih bersifat bakal calon.
Kecuali muncul protes dari warga setempat. Dan protes bisa disampaikan dalam bentuk laporan ke Panwaslu. Maka, dengan segera Panwaslu bisa menindaklanjuti hal itu. Dan kemungkinannya akan diselesaikan melalui mediasi. Sebab hal itu diindikasikan masuk kategori sengketa. Hasil akhirnya tergantung kesepakatan dari masing-masing pihak yang bersengketa. Spanduk bisa tetap dipasang, dibongkar atau bahkan dialihkan (digeser). Yang pasti, keputusan mediasi tersebut bersifat final dan mengikat. (nos)

Sumber http://www.radar-karawang.com

Iklan

8 Tanggapan

  1. Public opinion…dgn cara mengatasnamakan

  2. Ha..ha…teu aneh

  3. Suatu pengkondisian….memang ahlinya

  4. tenang bang walaupun byk skli spanduk2 yg terpasang yakinkan dlm hati bahwa niat abang yg baik maka baik pula hasilnya maju teruuus bang pantang mundur

  5. Dukungan dedemit & Nyi Roro Kidul

  6. Dukungan spanduk palsu….kepura-puraan yang menjadi ciri pemimpin Purwakarta saat ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: